MAYIT ITU MENDENGAR !

Sesungguhnya manusia yang telah wafat dapat mendengar apa yang dibicarakan orang disekitarnya. Namun   ia tidak dapat menjawabnya.
 Setelah perang Badar usai Rasulullah Saw menghampiri mayat orang kafir, seraya berkata, ” Kalian adalah seburuk-buruk keluarga nabi terhadap nabimu. Kalian tidak mempercayaiku, sementara orang lain mempercayaiku. Kalian tidak membelaku, sementara orang lain menolongku. Kalian mengusirku keluar, sementara orang lain menyambut dan melindungiku.”
Rasulullah Saw memerintahkan kepada para sahabatnya agar membawa dan menguburkan mereka ke Kalib yang berada dijantung Badar. Setelah itu Rasullah Saw berdiri diatas kuburan, seraya berkata ,” Wahai Utbah bin Rabi’ah, Wahai Syaibah bin Rabi’ah, Wahai Fulan apakah kalin sudah menemukan kebenaran janji Robbmu kepada kalian? Aku sudah menemukan kebenaran janji Robbku kepadaku.”
Mendengar ucapan Rasulullah, Umar bin Khattab Ra bertanya kepada beliau, ” Ya Rasulullah apakah baginda berbicara dengan serombongan orang yang sudah menjadi mayat? ” Maka Rasulullah Saw menjawab, ” Demi yang diriku ada dalam genggaman tanganNya, kalian tidak lebih mendengar apa yang aku katakan.Akan tetapi mereka tidak bisa menjawabnya. “
Sebenarnya mayit itu mendengar  apa yang dibicarakan orang-orang yang berada disekitarnya. Hanya saja ia tidak dapat menjawab. Ini merupakan suatu bukti lain, bahwa kematian bukan ketiadaan tapi merupakan suatu perpindahan ke alam kehidupan lain ynag memiliki hukum-hukum yang lain dari pertama.
Kini coba kalian renungkan arti firman Allah Ta’ala dalam surat Al- Mutahanah 13 :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. “
Allah Ta’ala mengingatkan kaum mukminin agar jangan mengangkat orang-orang kafir menjadi pejabat atau pemimpin negara, karena orang-orang itu sudah putus asa dari pahala di akhirat. Mereka bergelimang dalam kubangan dosa dan kezaliman sehingga tidak yakin bisa menemukan jalan-jalan kebajikan. Kalau mereka mengharapkan kebajikan tentu mereka berusaha keras untuk mendapatkannya. Tetapi yang sangat menerik perhatian kita disini adalah firman Allah yang berbunyi “sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”
Orang-orang kafir yang telah menghuni kuburan itu berputus asa karena mereka sudah melihat gambaran-gambaran yang meyakinkan. Mereka sudah meyakini benar, kasih dan rahmat Allah yang selama ini diremehkan dan kini sudah tidak dapat terjangkau lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s